Jumat, 12 Desember 2014

Dakwah adalah Keselamatan Dunia dan Akhirat


Posisi umat saat ini berada ditengah-tengah antara garis start dan garis finish. Garis startnya adalah, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS. Al-Baqarah: 30).
Sedangkan garis finishnya adalah, “Sesungguhnya Allah mengirimkan angin dari Yaman yang lebih lembut dari sutra. Angin tersebut tidak akan meninggalkan seorang pun yang di dalam hatinya terdapat keimanan seberat biji zarrah kecuali mengambilnya.” (HR. Muslim)
Imam Muslim meriwayatkan dari Abdurrahman bin Syamasah r.a mengatakan, “Aku sedang bersama Maslamah bin Mukhlid ketika dia bersama Abdullah bin Amr bin Al-Ash. Abdullah mengatakan, “Hari kiamat tidak akan datang kecuali pada seburuk-buruk makhluk. Mereka lebih buruk dari kaum jahiliyah. Ketika mereka meminta sesuatu kepada Allah maka Allah menolaknya.” Ketika mereka dalam kondisi demikian, maka datanglah Uqbah bin Amir. Maslamah berkata, “Wahai Uqbah, dengarkanlah apa yang dikatakan Abdullah.” Uqbah mengatakan, “Dia lebih tahu. Sedangkan aku, Maka aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Segolongan dari umatku akan terus berperang untuk menegakkan perintah Allah menundukkan musuh mereka. Orang-orang yang berada di belakang mereka tidak membahayakan, hingga datanglah hari kiamat, dan mereka masih dalam keadaan demikian.” Abdullah meneruskan, “Kemudian Allah mengirimkan angin beraroma misik, yang menyentuh laksana sutra. Angin ini tidak meninggalkan seorang pun yang di dalam hatinya ada satu mitsqal benih dari iman kecuali mencabutnya. Kemudian tinggallah orang-orang yang buruk dan kepada merekalah kiamat datang.” (HR. Muslim)
Maka ketika seorang dai sudah mempersiapkan dirinya untuk berjihad di jalan Allah serta menjadi salah satu pejuang untuk menghadapi musuh-musuh Allah,maka semua potensi ini membuatnya mampu untuk bertempur dan bertarung. Biidznillah, dia akan menang dan selamat. Sedangkan musuhnya akan kalah dan direndahkan.
Yang dimaksud disini bukanlah keselamatan individu dari sakit dan lara, melainkan keselamatan kelompok dan pemikiran di akhir nanti. Sedangkan bentuk keselamatan di Akhirat adalah melimpahnya kenikmatan, dan tinggal di syurga yang luasnya memenuhi langit dan bumi yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbersit dalam benak ini. (Qowa’idud Da’wah Ilallah, Dr. Hammam Abdurrahim Said hal 10-12) (najm.red)

0 comments:

Posting Komentar

Berita di KAMMI Banjarbaru